Seribu Warga Lapindo Unjuk Rasa Depan Istana

JAKARTA - Setidaknya seribu warga korba lapindo berunjuk rasa di depan istana negara, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/12). Kedatangan mereka ke Jakarta untuk menuntut pembayaran 80% ganti rugi yang dijanjikan pemerintah.

1000 warga yang berasal dari 16 RW dari Perumahan Brantas (Perumtas) dan Tanggulange Citra Persona Permai (TCPP) juga menuntut untuk bertemu presiden SBY untuk menagih perpres no. 14 tahun 2007 tentang ganti rugi."Sampai sekarang tidak ada proses sama sekali," kata Kordinator Lapangan Warga Lapindo, Mujiono di Lokasi Unjuk rasa, Selasa (2/12).

Para warga dengan berbagai atribut unjuk rasa seperti spanduk, poster hingga kaos memadati trotoar di sepanjang Jalan Merdeka Selatan. Menurut, Mudjiono mereka akan tetap dilokasi unjuk rasa hingga tuntutan mereka ketemu Presiden SBY terpenuhi

Sementara itu, sembilan perwakilan warga bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto untuk berdialog. Kesembilan orang itu antara lain, Agus Sularso, Amin Wisno, Ramli Sugiarto, Edwin, Eko Yusipa, Edwin dan Didi. Semuanya merupakan kordinator aksi unjuk rasa. Mereka dibawa menggunakan tiga mobil yakni Kijang Biru, Sedan Silver dan Suzuki Karimun.

Untuk mengantisipasi unjuk rasa, pihak kepolisian mengerahkan 500 personel yang berasal dari polsek Gambir, Polres Jakarta Pusat dan Brimob. Personel Polres dan Polsek dibagi sekitar 200 personel dikanan dan kiri Istana Merdeka. Kemudian Brimob sekitar seratus personel juga ditempatkan di kanan dan kiri istana merdeka.

"Sekedar antisipasi saja. Mereka akan ditempatkan di sisi kanan dan kiri Istana," ujar Kapolsek Gambir, M Kurniawan dilokasi kejadian. Berdasarkan pantauan Republilka Online mereka sudah bersiaga personel dari kepolisian itu telah siaga menghadapi segala kemungkinan.

Hujan sempat turun, namun tidak membuat warga meninggalkan lokasi. Mereka bergeming dan menunggu hingga tuntutan mereka terpenuhi.(cr2/it)
 
berita unik