Satu Korban KM Teratai Prima Teridentifikasi

PAREPARE - Mayat lelaki korban KM Teratai Prima berhasil diidentifikasi. Jenazah yang ditemukan pada Kamis 15 Januari kemarin, diketahui bernama HM Tono (55) asal Pinrang, Sulawesi Selatan.

Kepastian tersebut setelah istri Tono, Hj Muna melapor di posko penanganan korban KM Teratai Prima kemarin. Dalam laporannya, Muna memastikan jenazah yang ditemukan di sekitar Pulau Panikiang tersebut adalah suaminya.

Dari ciri-ciri yang diumumkan oleh Tim Dokter Forensik Polda Sulselbar disebutkan, tinggi badan lelaki tersebut mencapai 168 sentimeter, panjang rambut sekitar satu sentimeter, dan sudah beruban.

Saat meninggalkan rumah, menggunakan baju bermotif garis-garis, warna merah marun bergaris hijau. Ciri-ciri yang paling menguatkan adalah, ditemukannya surat di dalam saku korban tersebut.

Surat yang ditemukan itu bertuliskan, "untuk Hj Jumming dari H Mulyadi". Selain itu, terdapat juga uang jutaan rupiah di saku celananya.

"Setelah melakukan pemeriksaan dan pencocokan ciri-ciri yang diserahkan oleh keluarga korban, maka kami pastikan mayat tersebut adalah HM Tono," kata Ketua Brigade Siaga Bencana (BSB) Parepare Budiman Siri.

Setelah mendapat kepastian tersebut, mayat Tono langsung diserahkan kepada keluarga pada Sabtu (17/01) pukul 01.30 Wita dini hari. Tampak puluhan keluarga korban yang berasal dari Pinrang itu, menjemput jenazah Tono, di posko penanganan korban KM Teratai Prima di Pelabuhan Cappa Ujung Parepare.

Sesampainya di Pinrang, jenazah Tono disemayamkan di rumah duka di Kecamatan Lembang Pirang. Setelah itu, jenazah langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulsel.(M Syahlan/Sindo/nov)
 
berita unik