Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Tangerang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangerang. Tampilkan semua postingan

Menulis di Milis, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Akibat menyatakan pendapatnya di jaringan email, milis, seorang ibu rumah tangga asal Tangerang, Prita Mulyasari harus mendekam di Lapas Wanita Tangerang. Prita berstatus tahanan Kejaksaan Negeri Tangerang dalam kasus pencemaran nama baik terhadap RS Omni Internasional di Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

Menurut Koordinator Divisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), Anggara, kasus ini bermula saat Prita memeriksakan kesehatannya di RS Omni Internasional pada 7 Agustus 2008.

Prita mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh RS Omni Internasional dan juga dokter yang merawatnya yaitu dr. Hengky Gosal, SpPD, dan dr Grace Herza Yarlen Nela. "Permintaan Rekam Medis dan keluhan yang tidak ditanggapi dengan baik tersebut telah memaksa Prita menuliskan pengalamannya melalui surat elektronik di milis," kata Anggara dalama rilisnya yang diterima VIVAnews, Kamis 28 Mei 2009.

Menurut PBHI, lanjut Anggara, keluhan Prita merupakan bagian dari hak konsumen yang dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu berdasarkan UU No 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan peraturan menteri kesehatan, pasien juga berhak mendapatkan rekam medis.

"PBHI mengecam RS Omni Internasional dan dua dokternya yang tidak menanggapi dengan baik dan proporsional keluhan tersebut malah merespon dengan mengancam akan menggunakan instrumen hukum yang sah melalui gugatan perdata dan tuntutan pidana terhadap Prita Mulyasari pada 8 September 2008," tambah Anggara.

Prita Mulyasari telah dikalahkan dalam gugatan perdata di PN Tangerang dan sedang menunggu proses penuntutan pidana di Pengadilan Negeri Tangerang yang akan digelar minggu depan dan dipimpin oleh Wakil Ketua PN Tangerang.

PBHI juga menyesalkan sikap Ketua PN Tangerang yang tidak mau menjelaskan isi putusan gugatan perdata yang dimenangkan oleh RS Omni Internasional kepada masyarakat.

Menurut Anggara, tak sepantasnya Prita ditahan. "Kami mendesak Kejaksaan Negeri Tangerang untuk menangguhkan atau mengalihkan penahanan Prita Mulyasari demi alasan - alasan kemanusiaan," tambah dia.
• VIVAnews
1:10 PM | 0 komentar | Read More

Tragedi Situ Gintung: Bencana Akibat Kelalaian

Ketika kepenatan metropolitan semakin sesak, ketika tiada lagi tempat untuk menghirup segarnya udara pagi,

Disini,

di Pulau Situ Gintung

Kami memberikan kebebasan kepada anda untuk menghirup segarnya udara kami, ditengah-tengah rimbunnya hutan kota yang dikelilingi oleh riak air danau.

Disini,

tempat burung-burung bernyanyi riang.

3:29 PM | 0 komentar | Read More

Buat "Penakan" Wak Dukun

Dari dulu dukun kalau tidak cabul kok rasanya jadi kurang sip. Meski sudah dipenjarakan, digebuki, dukun-dukun yang terlibat porno aksi masih saja terjadi. Terakhir adalah pengalaman Maksum, 57 tahun, dukun celamitan dari Tangerang (Banten), dia babak belur dikeroyok warga juga. Pasalnya baru saja “menelateni” ponakan sendiri yang minta konsultasi. Gila nggak, ponakan malah buat penak-penakan!

Etikanya seorang dukun, menolong pasien tanpa mengkomersilkan profesi. Diberi imbalan banyak, alhamdulillah. Diberi imbalan sedikit, tak perlu menggerutu. Bahkan bila ada pasien yang minta tolong cuma-cuma, dukun sejati harus siap sedia. Jika menolak menolong pasien bersifat perjuangan, itu berarti dukun kepanjangan kata: asal udu (keluar biaya) ya rukun (akur).

Maksum, bukan dukun yang begituan, meski pernah pula nggituin pasiennya. Di rumahnya Desa Kedaung Baru Kecamatan Neglasari, dia oleh para tetangga dikenal sebagai paranormal. Padahal dia sama sekali tak pasang plang tanda buka praktek. Pasien nya ada saja yang datang, terutama dari lingkungan sekitar yang mengenal dirinya. Dia memang tak pernah pasang tarif, diberi berapa saja akan diterima dengan senang hati.

Eloknya, sesuai dengan nama yang disandang, Maksum ini suka berpikiran mesum. Mana kala ketemu pasien cantik, otaknya jadi ngeres melulu. Maka sepanjang praktek pengobatanannya, sudah dua pasien yang “kena” sama dia. Maksudnya, selain diobati juga sekaligus dinikmati. Untung selama ini skandal ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun pengalaman pahit itu tak membuatnya kapok. Ketika dia menginap di rumah keponakannya beberapa hari lalu, kembali bikin ulah. Ini terjadi ketika si Endang, 20, sang ponakan iseng-iseng minta konsultasi tentang kehidupannya yang belakangan tambah sulit. Bukan saja secara materi, tapi suaminya si Yanto belakangan juga kurang mesra terhadap dirinya. “Di mana yang salah, tolong disiasati Oom,” kata Endang memohon.

Agaknya tubuh mulus si Endang membuat dukun Maksum lupa akan status, mana paman mana ponakan. Yang penting bisa dibuat penak-penakan. Maka kemudian sarannya, hal itu mudah sekali mengatasinya. Asalkan Endang mau menuruti segala terapinya. Di antaranya siap dicium bibir, untuk mengalirkan ilmu dan tenaga dalamnya. Saking percaya akan ketulusan paman, Endang pun menjawab: okle, okle...!

Terapi pun dimulainya. Dalam kamar pribadinya, ponakan itu diminta minum air putih, lalu ritual cium bibir. Anehnya, setelah dicium dengan buas oleh dukun Maksum, Endang lalu tak sadarkan diri. Entah itu pingsan, entah itu tertidur, semuanya tidak jelas. Dan ini memang tak perlu bagi Maksum. Sebab yang penting, dalam kondisi ponakan seperti itu, selanjutnya ya terserah Anda!

Ilmu Cabulogi yang kemudian berperan. Bak istri sendiri saja, Endang yang pingsan itu lalu dilucuti pakaiannya. Setelah itu Maksum menggauli sepuasnya, tak peduli berhadapan dengan maklhuk bak gedebok pisang. Usai berbuat dukun cabul tersebut pergi begitu saja, tanpa berusaha merapikan dulu medan pertempurannya.

Ketika Endang siuman dari pingsannnya, atau terjaga dari tidurnya, dia kaget sekali mendapatkan dirinya dalam kondisi bugil. Makin kaget lagi, di pahanya ditemukan cairan misterius. Sadarlah dia kini bahwa baru saja diperkosa oleh paman sendiri. “Ya Tuhan, kenapa pamanku tega dengan ponakan sendiri,” ratap Endang.

Awalnya dia berusaha menyimpan rapat-rapat skandal itu. Tapi lama-lama tak tahan juga, sehingga akhirnya dia bercerita pada Yanto suaminya. Tentu saja suami Endnag ini jadi mencak-mencak. Paman celamitan itu lalu disusul ke rumahnya. Begitu ketemu segera dihajar. Para tetangga demi tahu kelakuan Maksum juga ikut berpartisipasi nggebuki. Baru setelah dukun cabul itu babak belur diserahkan ke Polsek Neglasari.

Hawa nafsu jangan dimanjakan. Enaknya hanya sebentar, sengsaranya berbulan-bulan, atau malah bertahun-tahun?
11:36 PM | 0 komentar | Read More

Ibu yang Bakar Anak Tiri Akhirnya Tewas

Kusmiati ibu tiri yang membakar dan menganiaya Desi anak tirinya di Tangerang, Minggu 25 januari 2009 akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Kusmiti tewas karena mengalami luka bakar 85 persen pada tubuhnya.
5:12 AM | 0 komentar | Read More

Pengamen Jalanan Jadi Calon Anggota DPR

detail

Pengamen jalanan di Kota Tangerang Herdy Aswaudi alias Edi Bonetsky (35) menjadi calon anggota DPR dari Partai Bulan Bintang (PBB). Dia mendapatkan nomor urut 5 dari daerah pemilihan Tangerang. Edi mengaku maju sebagai caleg untuk memperjuangkan hak-hak orang marjinal seperti pengamen. (Foto: Carolina Dwiyanti/okezone).
7:23 AM | 0 komentar | Read More
 
berita unik