Di peta nasional Pulau Tidung adalah sebuah noktah dari ratusan gugusan pulau yang tersebar di antara pulau Jawa dan Kalimantan. Di era 80-an, untuk tiba di pulau yang menurut tetuah kami konon jadi tempat para begal dan bajak laut bersembunyi ini, butuh waktu empat jam dari darat. Orang pulau memang biasa menyebut darat untuk maksud Pulau Jawa (Jakarta) – nama yang bagi anak-anak seusia kami waktu itu adalah tempat impian untuk dikunjungi.
Tak seperti di Pulau, di Darat kami bisa menyaksikan mobil hilir mudik, bermain komidi putar, membeli mobil mainan, sepatu baru, dan seragam sekolah. “Tahukah kamu Mawi, dari atas Monas, mobil-mobil itu mirip korek api, dan pulau kita ini, pulau kita Mawi kelihatan jelas!,” kata Matung meyakinkan. Kepala Mawi mengangguk-angguk serius, mirip sekali dengan ayam peliharannya ketika sedang mematuk-matuk beras di halaman samping rumahnya.