Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

“Ngejos" di Rumah Kos

Mesum benar kelakuan Saryadi, 30 tahun, sebagai suami. Mau selingkuh saja kok WIL-nya dibawa ke rumah kos-kosannya. Keruan saja kepergok sang istri. Tapi dasar lelaki mau menang sendiri, dia bukan minta maaf pada Ny. Asih, 27 tahun, istrinya, malah wanita itu dihajar di kamar mandi. Paling aneh, wanita selingkuhan Saryadi ini justru berusia 40 tahunan. “Makin tua tambah banyak vitaminnya,” begitu dia beralasan.

Asih menikah melawan Saryadi memang belum begitu lama, baru tiga tahun jalan. Momongan yang jadi dambaan mereka belum hadir, sehingga keduanya merasa cukup tinggal di rumah kos-kosan saja. Di samping kondisi keuangan mereka memang belum layak untuk mengambil rumah BTN tipe 21 pun, suk-sukan (berhimpitan) dalam satu kamar bagi suami istri kan malah tambah anget.

Selama perkawinan itu baru jalan sebulan dua bulan, memang asyik juga suk-sukan dalam kamar. Tapi setelah berjalan setahun, ya gerahlah. Apa lagi sudah tiga tahun belum ada bukti nyata, maka selain gerah Saryadi juga jenuh. Dan inilah yang paling celaka bagi dia, Saryadi mulai lirak-lirik perempuan lain. Dia mengatasi kejenuhan itu dengan cara yang salah. “Tiap hari ketemu lodeh melulu, bosan ah....,” begitu katanya.

Ironisnya, ketika mencari WIL (Wanita Idaman Lain), justru Saryadi mengincar wanita yang jauh lebih tua darinya. Padahal suami Asih ini tak pernah kuliah di Fakultas Ilmu Budaya jurusan arkeologi, sehingga tak ada alasan Saryadi jadi penggemar benda purbakala. Tapi itulah yang terjadi, dia nyosor banget pada Wiwin, yang kini berusia 5 windu tersebut.

Heran atau merasa aneh, selingkuh merupakan hak prerogatip seorang suami yang jenuh di rumah. Biar tua, Wiwin yang berstatus janda ini memang cantik dan STNK (setengah tua namun kenyal) pula. Dibawa jalan nggak ngisin-isini (bikin malu). Dengan kata lain, ditongkrongi maupun ditangkringi sama asyiknya. “Tua-tua kelapa, makin tua makin banyak santennya,” begitu Saryadi setiap mencari pembenaran dari kebijakannya.

Lelakinya nekad, perempuannya juga nyosor saja. Bagaimana tidak? Sudah tahu Saryadi ini masih punya istri dan usia jauh di bawahnya, dilayani juga aspirasi arus bawahnya. Di samping Saryadi yang ngebet, Wiwin sendiri memang sangat butuh. Maklum, sejak cerai dari suaminya sekian tahun lalu, dia sangat merasa kademen di kota Ungaran (Semarang) yang berhawa dingin itu.

Edannya lagi, selingkuh mereka rada kuwanen (terlalu berani). Banyak hotel dan villa di Bandungan, namun kepala keluarga yang tinggal di Suruh ini dengan beraninya membawa Wiwin ke rumah kos-kosannya. Ketika istri kerja banting tulang di pabrik, di rumah dia justru “banting-bantingan” dengan si nenek cantik. “Gini lho dik, nha....bagus, bagus, jangan takut-takut.....,” kata Wiwin setiap memberi pengarahan ala Tino Sidin.

Sudah berbulan-bulan Saryadi-Wiwin menjalin asmara di bawah tanah, dengan tempat tetap sama tanpa perubahan domisili. Mungkin karena mereka sangat rapi mengemas jaringan selingkuhnya, selama ini Asih istri Saryadi tak mengetahui. Di matanya, si suami adalah lelaki yang setia dan jujur. Memang tak ada alasan untuk mencurigai, karena jaminan materil dan onderdil masih dipasok normal.

Ungkapan lama “sepandai-pandai tupai selingkuh, akhirnya jatuh juga” ternyata berlaku pula pada debut pengejosan Saryadi. Gara-garanya sepele, Asih pulang lebih cepat dari biasanya. Nah, saat Saryadi-Wiwin “nanggung” di dalam, mendadak istri pulang ketuk-ketuk pintu. Buru-buru “syuting” itu dicut, mereka mengemasi pakaian masing-masing. Yang bikin Asih makin kenceng menggedor pintu, di dalam dia mendengar bisik-bisik wanita.

Melihat cara suami membuka pintu dilama-lamai, Asih pun curiga. Begitu masuk kamar, dia periksa kolong. Tak ada siapa-siapa. Baru ketika masuk kamar mandi, menemukan WIL suami ada di situ. Mereka pun rebut. Saryadi yang kepepet, bukan minta maaf tapi malah menghajar istrinya di kamar mandi itu pula. Sementara Saryadi-Wiwin pergi, Asih yang teraniaya lapor ke Polres Semarang.

Amit-amit si Saryadi. Ngos-ngosan kok di rumah kos!
11:44 PM | 0 komentar | Read More

Pemburu Harta dan Asmara

Sungguh terkutuk kelakuan Walgito, 22 tahun. Punya pacar cantik targetnya bukan untuk dijadikan ibu rumahtangga, melainkan hanya mau diperas hartanya. Untung Dewi, 22 tahun, segera tanggap. Meski diancam foto bugilnya akan disebar ke umum, dia tetap memutuskan hubungan itu. ‘’Biarlah keperawananku telah hilang, tapi aku tak mau menderita berkepanjangan,’’ kata Dewi di Polwiltabes Semarang.

Ini kisah lelaki yang mencoba mengkomersilkan kegantengan wajahnya. Meski Walgito sudah bekerja di perusahaan pialang di Jakarta dan bergaji cukup, apa salahnya cari tambahan penghasilan? Hanya saja cara-caranya demikian nistha (tak terpuji). Bukan buka usaha atau kerja rangkep, melainkan mau moroti gadis-gadis cantik yang mau dipacari. ‘’Witing tresna mergo atusan lima (cinta tumbuh karena ratusan 5 lembar),’’ begitu semboyan Walgito.

Tampang ada, tutur kata memikat, itulah kondisi Walgito. Maka tak mengherankan banyak gadis yang terpikat oleh rayuannya. Salah satunya adalah Dewi, gadis Ungaran yang kini jadi mahasiswa PTS di kota lompia itu. Hanya beberapa kali jalan bareng dibawa ke sebuah hotel, dibuatnya licin tandas gadis yang berbodi seksi dan berkulit putih bersih itu.

Incaran Walgito selama ini memang yang model-model begitu. Selain cantik, dia harus kaya. Itu bisa dilihat dari penampilan Dewi yang selalu membawa mobil manakala pergi kuliah. Maka begitu akrab dengan si gadis, dia mulai menciptakan alasan-alasan yang ujung-ujungnya agar wanita tersebut mau merogoh kocek untuknya. ‘’Goblok lelaki yang mau keluar duit ketika pacaran,’’ begitu dalih arjuna dari Semarang ini.

Awalnya Dewi memang tak mengetahui kiat-kiat politik Walgito. Maka setiap pergi bahkan tidur di hotel, yang mendanai juga Dewi sendiri. Padahal di hotel itu, dia tak hanya harus keluar uang, tapi juga memberikan goyang pada Walgito. Tapi karena Dewi kadung cinta pada si pemuda, segala pengeluaran tak diperhitungkan benar. Bagi puti Ungaran ini, cinta memang perlu pengorbanan. Jer basuki mawa beya.

Tiap Walgito mengajak doinya masuk hotel atau villa, ada kebiasaan aneh yang awalnya tak disadari Dewi. Dengan alas an untuk mengabadikan tubuh kekasihnya yang indah, setiap habis kencan Walgito suka memotret tubuh Dewi yang telanjang. Apalagi Walgito memiliki bakat memotret yang baik, sehingga adegan yang diperolehnya selalu sensual, tapi tak ada kesan jorok.

Indahnya bencinya dengan Walgito akhirnya menyadarkan mahasiswi itu bahwa kekasihnya bukan pria yang baik. Sebab sementara lelaki itu masih menjalin cinta dengannya, diperoleh kabar si cowok sudah pacaran lagi dengan gadis lain, yang juga cantik dan kaya. Kata berita dari sumber yang layak dipercaya, Walgito di situ juga moroti dan menggerogoti si gadis.

Kalau ingat cintanya yang sudah mendalam, sebetulnya Dewi begitu sakit hati. Tapi di situ dia sekaligus sadar bahwa jalan terbaik telah dibukakan oleh yang Maha Kuasa. Maka meski dirinya sudah terlanjut rusak, dia tak berkeinginan melanjutkan hubungannya. ‘’Kau memang bukan calon suami yang baik, kau lelaki pengeretan. Mulai hari ini putus....,’’ kata Dewi.

Agaknya Walgito tak siap cintanya diputus Dewi. Bukan soal hatinya yang luka, tapi soal kantongnya yang bakal bolong tak ada yang mengisi itu. Maka agar Dewi kembali ke pangkuannya, dia pun menggertak. Jika Dewi tak meninjau kembali putusannya, foto-foto bugilnya saat hubungan intin mau disebarluaskan di muka umum. Biar masyarakat Semarang tahu bahwa Dewi yang cantik itu ternyata suka dibawa lelaki ke hotel.

Hebatnya Dewi, dia tak takut akan ancaman itu. Tapi setelah Walgito pergi dia segera menghubungi polisi Polwiltabes Semarang, agar menangkap pemuda pengeretan sekaligus pemeras itu. Maka sesuai dengan laporan Dewi, Walgito segera ditangkap. Tapi karena penyebaran foto bugil itu baru wacana, apakah bias dipidanakan. Sedangkan dulu Gus Dur ketika presiden pernah bilang, kalau hanya wacana takan ditangkap.
3:01 AM | 0 komentar | Read More

Semarang di selimutin Kabut

Hujan yang mengguyur Kota Semarang beberapa hari terakhir mengakibatkan daerah Gombel diselimuti kabut tebal, Senin (19/1). Akibatnya, jarak pandang di Jl Gombel Lama hanya 7-10 m. (SM CyberNews/Saptono JS)
7:04 AM | 0 komentar | Read More

Gong Xi Fa Cai

Pemerintah telah menetapkan tanggal 26 Januari 2009 sebagai Libur Nasional Tahun Baru Imlek. Setiap datang Imlek, kami teringat pada berbagai jenis makanan khas. Di antaranya adalah kue keranjang, manisan, kue mangkok, dan mie.

Ternyata makanan tersebut mempunyai makna yang dalam. Seperti kue keranjang yang melambangkan kebulatan dalam kekeluargaan yang bersatu. Mie melambangkan panjang umur. Manisan melambangkan hidup yang manis bahagia. Kue mangkok mempunyai makna sebuah harapan yang berkahnya mengembang kemana-mana.

Begitulah makna di balik makanan khas Imlek yang sering dihantarkan tetangga dan teman-teman kami etnis Tionghoa. Semoga menjadi perekat bagi persatuan kesatuan NKRI. Terima kasih dan Selamat Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fa Cai.

Rosi Sugiarto
Pondok TK Al Firdaus Jatisari BSB Mijen Semarang

(mbs)
2:29 AM | 0 komentar | Read More

Tes CPNS Kota Semarang Tahun Ini Akan di Mulai

Semarang - Tes CPNSD (Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah) Kota Semarang pada Tahun 2008 akan berlangsung besok pada hari Minggu (7/12) mulai jam 09.00 WIB di 15 lokasi, akan diikuti 6.541 orang peserta untuk 260 formasi. Dengan jumlah pelamar yang mengirimkan berkas lamaran mencapai 7.949 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 1.423 lamaran dikembalikan kepada pelamar, terdiri dari 1.097 dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sedangkan 326 dikategorikan berkas tidak lengkap (BTL).
8:57 PM | 0 komentar | Read More
 
berita unik