Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Sleman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sleman. Tampilkan semua postingan

Kandas Di Ranjang Tetangga

Bertolong-tolongan antar tetangga memang sudah merupakan kewajiban bermasyakat. Tapi kalau pertolongan itu dalam urusan ranjang, urusannya bisa jadi lain. Oknum TNI AU bernama Usman, 46, ini kena batunya. “Menolong” bini tetangga yang kesepian, akhirnya dilaporkan oleh suami Ny. Darini, 39, yang diselingkuhi. Maka karier kemiliteran Usman kandas di ranjang tetangga!

Asmara bertabur dosa itu dimulai dari kehidupan rumahtangga keluarga Darini-Ibrahim yang kurang bahagia belakangan ini. Soal materil ibu muda dari Desa Maguwoharjo, Sleman (DIY) ini terjamin. Tapi soal onderdil, lha ini yang payah. Akibat kesibukan kerjanya, Ibrahim, 45, jarang “mengunjungi” bininya. Tapi bila tugas mulia itu dijalankan, hasilnya mengecewakan karena terkena penyakit DRS Med alias: Dereng Rampung Sampun Medal, (ejakulasi dini) itu tadi.

Darini yang masih muda dan enerjik di usia belum kepala empat, pusing juga menyikapi kondisi suaminya. Telah dicoba minum berbagai obat, tapi tak ada hasilnya. Dia lalu ingat masa-masa mudanya dulu. Dalam urusan satu itu tak pernah kantu (terlambat). Belum sampai minta, Ibrahim sudah memasoknya minimal seminggu tiga kali. Lha sekarang, setiap Darini minta sudah kehabisan stock.

Akibat ketidakpuasan dalam bidang satu ini, Darini suka ngalamun sendiri di teras rumah. Nah, sekali waktu terlihat oleh tetangga dekatnya, Usman, yang pekerjaan sehari-harinya menjadi TNI-AU dengan pangkat Kopka alias Kopral Kepala. “Ngelamuni apa ta mbak? Soal negara jangan dipikirkan, sudah ada Pak SBY ini......,” goda si tetangga yang TNI AU itu.

Ingin sebetulnya Darini berterus terang. Tapi soal begituan kan tidak etis diceritakan pada pihak ketiga, maka dia memilih diam. Ternyata Usman terus merayu. Siapa tahu bisa memberikan masukan pada tetangganya itu. Karena ada jaminan “off the record” seumpama pers, akhirnya Darini cerita juga soal suaminya yang jadi “sarjana tanggung” alias DRS Med itu tadi.

Bagi Usman, itu pertanda rejeki nomplok. Kalau hanya problem begituan, dengan suka rela dirinya mau siap jadi dewa penolong. Apa lagi Ny. Darini tersebut orangnya juga cantik, betis mbunting padi, kulit nemu giring (putih bersih), bodi seksi dan tumit merah jambu. Makanya, kapan saja Darini mau, Usman siap nyebrang ke rumah tetangganya itu.

Etika, moral dan keyakinan kemudian bertarung dalam sanubari Darini. Sekian lama tidak memperoleh kehangatan memadai dari suami, dapat tawaran begitu lumayan juga. Apa lagi Usman juga tampan, dalam pakaian seragam TNI AU, tambah ganteng bagaikan Omar Dhani (KSAU zaman Bung Karno - Red) dulu. “Alangkah gagahnya, miring topinya, kunamakan dia Gatutkaca Indonesia....,” kata Darini berkhayal sebagaimana lagunya Ismail Marzuki.

Resiko di belakang, tak lagi dipikirkan Darini. Lain hari dia lalu janjian di Warungboto, Kecamatan Umbulharjo. Di sebuah hotel kelas melati, oknum TNI AU itu melepaskan “tembakan”-nya yang pertama. Sepak terjang Usman memang luar biasa. Ibarat motor, Usman jenis Honda yang makin panas tambah kenceng. Sebaliknya si sumi, seperti motor model lama, asal kepanasan mati.

Lain hari mereka berpacu lagi di lain tempat. Pendek kata hotel-hotel pinggiran di Kaliurang dan Bantul, sudah pernah dibuat kencan Darini dengan oknum TNI-AU itu. Asal butuh, Darini tinggal SMS pada TTM (Tetangga Tapi Mesra)-nya. Kopka Usman pun lalu meluncur menjemput. Selanjutnya, “Honda” seri Usman itu berpacu memuaskan si tetangga yang haus asmara.

Akan tetapi, tak selamanya mulus praktek selingkuh mereka. Sekali waktu, pas HP tak di tangan Darini, SMS Usman yang berisi ngajak kencan masuk dan kebaca oleh Ibrahim suaminya. Tentu saja suaminya jadi marah. Sayangnya, ketika ditanyai soal hubungan itu Darini tak mau mengaku. Tak puas dengan jawaban bininya, Ibrahim lalu melapor ke komandan Kopkda Usman.

Lembaga tempat kerja Usman lalu mengadakan penjebakan. Benar saja, pas Darini-Usman kencan di hotel Kaliadem daerah Kaliurang, keduanya digerebek. Kali ini tak bisa mungkir lagi. Dalam pemeriksaan, Usman mengaku sudah tak kehitung jumlahnya mengencani tetangga sebelah rumah. Dan akibat skandalnya itu, oknum TNI AU yang ganteng dan miring topinya tersebut kariernya kandas di ranjang tetangga.

Usman memang ganteng, tapi sayang miring ......otaknya.
3:57 AM | 0 komentar | Read More

Situs Klinterejo Dirusak Warga

Candi Merak di Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/1), kondisinya terkesan kurang terawat. Selain batu-batu berserakan, kawasan sekitar candi juga ditumbuhi rumput liar.
YOGYAKARTA, SABTU--Keberadaan candi- candi kecil di sekitar Yogyakarta dan situs di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih terabaikan. Selain kurang perawatan, proses ekskavasi dan restorasi candi yang tidak berkelanjutan membuat sebagian besar bangunan candi tidak utuh.

Salah satu candi yang terabaikan itu adalah Candi Ijo di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Berdasarkan pemantauan, Jumat (16/1), batu-batu candi berserakan. Pagar yang seharusnya ada untuk melindungi candi juga belum selesai dibangun.

Selain itu, kondisi candi utama dan tiga candi perwara banyak ditumbuhi lumut serta tumbuhan liar. Halaman kompleks candi menjadi tempat menggembala kambing warga setempat.



Candi Morangan di Kecamatan Ngemplak, Sleman, kondisinya juga tak jauh berbeda. Bagian-bagian candi hasil ekskavasi tahun 1986 belum direstorasi sehingga menyisakan reruntuhan.

Keberadaan candi-candi kecil di Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunung Kidul juga masih terabaikan. Belum terlihat ada upaya serius dari pemerintah daerah untuk melindungi candi dari pencurian, perusakan, dan alih fungsi lahan.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta Ari Setyastuti mengatakan, pihaknya menerapkan sistem prioritas dalam ekskavasi dan restorasi candi. Prioritas ini didasarkan pada ukuran dan kualitas candi.

”Biasanya candi yang besar atau penting secara sejarah dan arkeologis akan dikerjakan dahulu, sedangkan yang kecil-kecil dikerjakan belakangan,” ujarnya. Saat ini di Yogyakarta, berdasarkan inventarisasi BP3 Yogyakarta, terdapat 185 kompleks candi dan jumlah terbanyak di Sleman.

Arkeolog spesialis candi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Niken Wirasanti, mengatakan, Yogyakarta adalah salah satu daerah yang paling banyak menyimpan sisa- sisa peradaban masa lalu. Potensi penemuan candi di Yogyakarta juga masih sangat besar.

Menurut Niken, sekecil apa pun sebuah candi tidak mestinya diabaikan karena berpotensi mengungkap fakta sejarah yang lebih besar.

Situs dirusak

Di Mojokerto, kerusakan situs ternyata bukan hanya di Trowulan, tetapi juga di Situs Klinterejo, Kecamatan Sooko, yang berbatasan langsung dengan lokasi Situs Trowulan.

Situs Klinterejo yang mengandung banyak peninggalan Majapahit, seperti sandaran arca, yoni, lumpang batu, jaladwara, balok batu, dan umpak, itu rusak akibat pembuatan batu bata oleh masyarakat. Batu bata kuno berukuran 60 x 20 sentimeter digeletakkan begitu saja di pinggiran selokan untuk mengairi sawah.

Anggota Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta, Yazid Kohar, menyayangkan perusakan tersebut. Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga terkesan tidak mempunyai kepedulian dan membiarkan perusakan tersebut. (IRE/ENG/YOP/ ARA/WER/RWN/INK)


Sumber : Kompas Cetak
10:48 PM | 0 komentar | Read More
 
berita unik